Senin, 25 November 2013

Dahlan Iskan Angkat Bicara

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan angkat bicara penyebab insiden terbakarnya baterai mobil listrik Gendhis di bengkel kupu-kupu malam, Yogyakarta, Sabtu lalu, 23 November 2013.

"Saya meminta persoalan terbakarnya baterai mobil listrik Gendhis berwarna merah dan putih Sabtu malam lalu, dibuka sejelas-jelasnya," kata Dahlan dalam keterangan tertulis, Senin 25 November 2013.

Menurut Dahlan, terbakarnya baterai mobil listrik yang mirip Alphard itu sebenarnya sangat sepele. Bahkan, berangkat dari niat baik seorang petugas kelas bawah yang sangat peduli dan ingin membantu atasannya.

"Malam itu, empat mobil listrik ada di gudang bengkel di Yogya. Satu mobil listrik Selo dan tiga Gendhis (warna hijau, coklat, dan merah putih). Tiga mobil itu baru dibawa kembali ke gudang setelah ikut pengujian di UGM," kata dia.

Dia melanjutkan, mobil berwarna merah putih tidak ikut diuji coba karena masih dalam penyempurnaan.

Sementara itu, dia menambahkan, Walikota Yogya minta agar mobil listrik ditampilkan lagi di Yogya tapi tidak usah semua. Cuma dua saja, Selo dan Gendhis yang warna hijau.

"Dengan niat baik agar mobil siap dipamerkan besoknya, seorang petugas bengkel menge-charge semua mobil listrik. Tetapi, Gendhis warna merah putih seharusnya tidak perlu tapi dia charge lagi," ujar Dahlan.

Padahal, kata mantan bos PT PLN (Persero) itu, baterai Gendhis yang berwarna merah putih itu masih sangat penuh dan belum pernah dipakai karena tidak dibawa ke UGM hari itu.

"Tapi petugas tersebut tidak tahu, kalau listriknya masih penuh. Dia charge dan tidak lihat level isinya. Itulah yang terbakar," jelasnya.

Menurut Dahlan, mobil Gendhis berwarna merah dan putih masih dalam penyempurnaan dan akan dipasang satu alat penyetop otomatis, apabila baterai telah diisi penuh. Namun, petugas itu tidak tahu mobil-mobil mana saja yang telah dipasangi alat tersebut.

"Memang bukan bidang dia, tetapi saya tidak akan menyalahkannya. Inisiatif yang bagus dari petugas tersebut, itu tidak boleh dimatikan. Saya menganggap ini adalah bagian pahit yang harus dilalui, apalagi petugas itu juga sangat bertanggung jawab," kata Dahlan.

Kemudian, petugas itu mendorong keluar mobil Gendhis yang baterainya terbakar ke lapangan rumput di sebelah gudang. Petugas pemadam kebakaran dan polisi juga dihubunginya.

"Atasan-atasannya tidak berada di tempat, karena kejadiannya terjadi sudah jam sembilan malam lebih," kata dia.

Dahlan melanjutkan, karena baterai yang terbakar terpasang di bagian bawah mobil, petugas bengkel itu menggulingkan Gendhis merah-putih dibantu oleh warga sekitar. Tujuannya agar api bisa dipadamkan.

"Asap sempat terisap warga sehingga dadanya sesak, tetapi tidak sampai fatal. Interior dan bodi mobil tidak ikut terbakar. Hanya satu blok baterai yang terbakar. Baterai-baterai di blok lainnya utuh dan tidak rusak," tambahnya. "Ini satu pelajaran lagi untuk mobil listrik dan pelajarannya tidak sebesar waktu Tuxuci dulu".

Selasa, 08 Oktober 2013

Penyelamatan Dokumen

Keempat perempuan itu mengenakan jas laboratorium berwarna putih, masker penutup hidung dan penutup kepala. Masing-masing menggunakan sarung tangan dan memegang sebilah pisau kecil.

Pelan-pelan dan teliti mencoba mengurai lembar demi lembar sebuah dokumen berukuran satu kali satu setengah meter. Di bagian lain dari ruangan yang tidak terlalu luas itu seorang relawan tengah menyemprotkan air ke selembar dokumen setebal dua sentimeter yang nampak coklat dan diselimuti lumpur kering.

“Bagian paling sulit adalah menghilangkan lumpur bekas air tsunami yang mengering, membuat dokumen-dokumen ini lengket dan sulit diurai.  Banyak diantaranya tak bisa diselamatkan karena dokumen sudah terbenam lumpur berbulan-bulan,” ujar Masashi Amano, Asisten Profesor di Tohoku University, Sendai, Senin siang (7/10)

Siang itu, tim relawan yang tergabung dalam kegiatan Miyagi Network for Preserving Historical Materials  tengah berupaya menyelamatkan sebuah dokumen bersejarah yang diduga kuat berasal dari era dinasti Edo, sekitar 800 tahun lalu.

Dokumen ini menjadi salah satu dari ribuan dokumen yang diselamatkan tim relawan dari kawasan Ishinomaki, area terdampak bencana Great East Earthquake and Tsunami Maret 2011 yang mengguncang tiga perfektur, yakni Miyagi, Iwate dan Fukushima.  Universitas Tohoku terletak di Sendai, ibukota Miyagi.

Kegiatan penyelamatan dokumen bersejarah telah dilakukan sejak 10 tahun lalu di universitas ini. Masashi Amano dan koleganya bertugas di bagian International Research Institute of Disaster Science Human and Social Response Research Division Preservation of Historial Materials.

Terkubur Lumpur

Pasca bencana besar yang dikenal dengan sebutan tragedi 3.11 itu, pekerjaan  meningkat pesat. Ratusan ribu dokumen terkubur lumpur. Penyelamatan membutuhkan ratusan relawan.

Mereka datang dari kalangan mahasiswa, pelajar, profesional dan bahkan ibu rumah tangga yang khusus menyediakan waktu untuk menyelamatkan  catatan sejarah.  “Sebagian dimiliki oleh individu, sebagian diselamatkan dari kantor, museum sampai sekolah. Semua kami perlakukan sama,” kata Amano.  Menurut dia, dokumen hari ini akan menjadi sejarah 10-20 tahun ke depan.

Proses penyelamatan dilakukan manual.  Dokumen yang telah mengering, bahkan mengeras seperti batu, disemprot air. Lumpur dikikis secara hati-hati.  Penyemprotan dengan etanol juga dilakukan.

Lalu lembar demi lembar dikupas. Lembaran kertas yang berhasil dibersihkan lantas difoto, dipindai. Tim menciptakan perangkat foto yang menggunakan kamera yang biasa digunakan sehari-hari.  “Sengaja metode ini kami gunakan agar bisa dikembangkan oleh siapapun yang berniat sama.

Penyelamatan adalah kerja besar dan berjangka panjang,” kata Amano. Jadi, selain menyelamatkan dokumen asli, pihaknya juga menyimpan secara digital untuk arsip.

Selain dokumen seperti buku tahunan sekolah, catatan surat pribadi, tim ini menyelamatkan sejumlah lukisan  bersejarah yang bernilai tinggi, karya pelukis di era dinasti Edo, Kokan Shiba (1747-1818).

Sejarawan telah meneliti temuan ini dan menyatakan lukisan itu asli. Tahun lalu, setahun setelah bencana 3.11 terjadi, tim penyelamat dokumen bersejarah ini mengadakan pameran.  Ribuan orang datang memberikan apresiasi.

Sebagian merasa terbantu karena dokumen keluarga mereka berhasil diselamatkan. Bencana telah memporak-porandakan hidup mereka yang menjadi korban.

Banyak nyawa hilang, tak terbilang pula bangunan. Dokumen yang berhasil diselamatkan menjadi catatan sejarah peradaban manusia yang pernah ada di kawasan terkena bencana.

Kamis, 26 September 2013

Google Meluncurkan Fitur Terbaru

Google meluncurkan fitur editing foto dalam jaringan pada Google+ yang memungkinkan pemilik akun memberi sentuhan ekstra pada tiap foto yang diunggahnya. Fitur tersebut berdasarkan aplikasi Snapseed dan tersedia dalam browser Chrome berkat teknologi Native Client, demikian siaran pers Google Indonesia yang diterima ANTARA News, Rabu.

Berikut beberapa fitur editing yang dapat digunakan:

1. Auto Enhance, secara otomatis sudah membuat foto yang diunggah ke Google+ tampak hebat.  Sekarang Anda dapat menyesuaikan dan fine tune perubahan jika memiliki ide-ide baru.
2. Selective Adjust, memungkinkan pengguna mengedit bagian tertentu dari sebuah gambar, sehingga bisa membuat langit terlihat lebih biru tanpa mempengaruhi warna pantai di latar depan foto.
3. Filter seperti Vintage, Drama, Retrolux atau Black and White akan memberikan foto-foto Anda tampilan baru dan unik.  Serta fotonya bisa diberi bingkai digital.

Untuk mencoba fitur editing baru tersebut, bukalah salah satu foto di Google+ menggunakan Chrome, dan klik "Edit" dalam lightbox.

Semua perubahan atau editan bisa di batalkan dan pengguna bisa kembali ke gambar asli.

Jika tidak menggunakan browser Chrome, pengguna masih bisa cropping dan memutar foto-foto di Google+  fitur pengeditan dasar ini sekarang mudah ditemukan, pas sebelah tombol "Edit".

Dan tentu saja di ponsel, karena berdasarkan aplikasi Snapseed, fitur-fitur ini tersedia dalam app Google+ untuk Android dan iOS.